Laporan Praktikum Rancangan Acak Kelompok (RAK)
LAPORAN RANCANGAN ACAK KELOMPOK
(RAK)
Nama: Risman
Nim: 2205104010***
Nomor Komputer: 04
Mata Kuliah: Perancangan Percobaan
LABORATORIUM STATISTIK DAN SOSIAL
PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN
BANDA ACEH
2024
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pola atau tata cara penerapan tindakan-tindakan (perlakuan dan nonperlakuan) dalam suatu percobaan pada kondisi/lingkungan tertentu yang kemudian menjadi dasar penataan dan metode analisis statistik terhadap data hasilnya disebut rancangan percobaan (experimental design). Perancangan percobaan merupakan langkah-langkah lengkap yang perlu diambil jauh sebelum eksperimen dilakukan agar data yang semestinya diperoleh sehingga akan membawa kepada analisis obyektif dan kesimpulan yang berlaku untuk persoalan yang sedang dibahas.
Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada prinsipnya adalah suatu rancangan acak yang dilakukan dengan mengelompokkan satuan percobaan ke dalam grup-grup yang homogen yang dinamakan kelompok (blok) dan kemudian menentukan perlakuan secara acak di dalam masing-masing blok tersebut. Jadi replikat atau ulangan disini disebut juga blok. Percobaan faktorial merupakan suatu percobaan yang perlakuannya terdiri atas semua kemungkinan kombinasi taraf dari beberapa faktor.
1.2 Tujuan
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami analisis data optimasi dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Rancangan Acak Kelompok (RAK)
Rancangan Acak Kelompok (RAK) merupakan rancangan percobaan yang digunakan pada kondisi tempat yang tidak homogen. Sebagian besar percobaan-percobaan yang dilaksanakan dilapangan atau di lahan pertanian menggunakan rancangan lingkungan dalam bentuk RAK. Bila kita menghadapi kondisi tempat percobaan tidak homogen, maka dipakai prinsip pengawasan setempat (local control), artinya tempat percobaan harus dikelompokkan menjadi bagian-bagian yang relatif homogen. Pada bagian yang sudag dianggap homogen inilah kita sah (valid) untuk mengadakan pengujian.
2.2 Ciri – Ciri Rancangan Acak Kelompok (RAK)
Menurut Harlyan (2012), Adapun ciri – ciri Rancangan Acak Kelompok (RAK), adalah sebagai berikut:
- Digunakan untuk lingkungan heterogen / tidak homogen.
- Perlakuan diatur dalam masing-masing kelompok (blok).
- Kelompok sebagai ulangan, dalam tiap kelompok kondisi harus homogen.
- Pengacakan dilakukan dalam masing-masing kelompok.
- Banyak digunakan pada penelitian di lapangan.
- Lebih efisien dan akurat dibanding dengan RAL
- Pengelompokan yang efektif akan menurunkan Jumlah Kuadrat Galat, sehingga akan meningkatkan tingkat ketepatan atau bisa mengurangi jumlah ulangan.
- Lebih Fleksibel.
- Banyaknya perlakuan
- Banyaknya ulangan/kelompok
- Tidak semua kelompok memerlukan satuan percobaan yang samaPenarikan kesimpulan lebih luas, karena kita bisa juga melihat perbedaan diantara kelompok.
- Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis
- Interaksi antara Kelompok*Perlakuan sangat sulit
- Peningkatan ketepatan pengelompokan akan menurun dengan semakin meningkatnya jumlah satuan percobaan dalam kelompok
- Derajat bebas kelompok akan menurunkan derajat bebas galat, sehingga sensitifitasnya akan menurun terutama apabila jumlah perlakuannya sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan kecil (homogen).Memerlukan pemahaman tambahan tentang keragaman satuan percobaan untuk suksesnya pengelompokan.
- Jika ada data yang hilang memerlukan perhitungan yang lebih rumit.
BAB III
PEMBAHASAN
Untuk melakukan pengolahan data di SPSS, tahap pertama yang harus dipersiapkan adalah memiliki datanya terlebih dahulu di google sheet agar memudahkan membedakan data mentah dan data yang akan di input pada aplikasi SPSS.
DATA RAK:
Langkah 1: Jalankan program SPSS 16
Ada dua tempat yang harus diisi dalam SPSS, yaitu data view (untuk mengisi data yang akan diolah), dan variable view (untuk tempat variable, atau sumber keragaman dalam tabel sidik ragam).
Dalam kolom name yang diisi adalah perlakuan, kelompok (blok) dan hasil.
Langkah 3: Selanjutnya pada kolom “Decimals” disesuaikan berapa banyak decimal yang akan kita gunakan.
Langkah 4 : Setelah bagian Decimals, selanjutnya kolom “Label”
Dalam kolom “label” diisi sesuai yang kita amati pada skripsi, misal : label perlakuan adalah Penambahan Tabut Serai Blok dan Tepung Cangkang Telur (karena Penambahan Tabut Serai Blok dan Tepung Cangkang Telur sebagai perlakuan).
Langkah 5 : Mengisi Bagian “Values”
a. Bagian Perlakuan
1. Pada kolom “Values Perlakuan” klik 2x pada bagian kanan sel hingga muncul sebuah tombol bar yang berisi titik-titik, klik tombol tersebut hingga muncul kotak “Value Labels”.
2. Isi kotak value dengan angka dan kotal labels dengan kode perlakuan. Misal: value= 0, P0: Tabut serai blok + 0% tepung cangkang telur, kemudian klik “add” dan seterusnya sampai semua perlakuan dimasukkan lalu klik OK.
b. Bagian Blok (Ulangan)
1. Pada kolom “Values Ulangan” klik pada bagian kanan sel hingga muncul sebuah tombol baru yang berisi titik-titik, klik tombol tersebut hingga muncul kotak “Value Labels”.
2. Isi kotak value dengan angka dan kotal labels dengan kode ulangan. Misal: value= 1, labels= Kelompok 1, kemudian klik “add” dan seterusnya sampai semua perlakuan dimasukkan lalu klik OK.
Langkah 6 : Mengisi Bagian “Data View”
1. Klik “Data View” yang terletak disudut kiri bawah, sehingga muncul penampilan seperti dibawah ini.
2. Pastikan tombol “Value Label” pada bar sudah diklik.
3. Kemudian pada kolom perlakuan diklik 2 kali, hingga muncul kotak yang berisi daftar perlakuan yang akan kita masukkan. Lakukan hal yang sama pada ulangan.
4. Setelah selesai, isilah data yang akan diolah pada kolom hasil, pastikan data berada pada perlakuan dan ulangan yang tepat.
Hasilnya seperti dibawah ini:
Setelah selesai menyiapkan data kemudian dilanjutkan dengan menganalisi data tersebut dengan cara sebagai berikut:
Analisis:
Langkah 1 : Menganalisis Data
Klik Bagian Analyze -> General Linear Model -> Univariate
Maka, akan muncul kotak Univariate seperti dibawah ini:
Langkah 2 : Mengisi “Dependent Variable” pada kotak Univariate
Klik Bagian Rataan kadar laktosa susu kambing peranakan etawa [Hasil] -> Klik Tanda Panah Pada Bagian Dependent Variable, sehingga seperti ini.
Langkah 3 : Mengisi “Fixed Factor(s)” pada kotak Univariate
1. Klik Bagian Ulangan/kelompok [Blok] -> Klik Tanda Panah Pada Bagian Fixed Factor(s), sehingga seperti ini.
2. Klik Bagian Penambahan Tabut Serai Blok dan Tepung Cangkang Telur [Perlakuan] -> Klik Tanda Panah Pada Bagian Fixed Factor(s), sehingga seperti ini.
Langkah 4 : Mengisi “Model” pada kotak Univariate
1. Klik tombol Model -> hingga muncul kotak Univariate: Model. Pada bagian Specify Model ->klik Custom.
2. Setelah bagian Custom diklik, lihat bagian Kiri Kotak Dialog Univariate: Model, ada bagian Factor & Covariates -> Klik bagian Perlakuan -> Klik Tanda Panah di Bagian tengah Kotak Dialog.
3. Klik bagian Perlakuan dengan Type "Main Effects" -> Klik Tanda Panah di Bagian tengah Kotak Dialog -> Klik Continue.
Langkah 5 : Mengisi “Optionts” pada kotak Univariate
1. Klik tombol Optionts -> hingga muncul kotak Univariate: Optionts. Klik bagian OVERALL -> Klik Tanda Panah di Bagian tengah Kotak Dialog.
2. Pada bagian Display -> Klik Bagian Desciptive Statistics dan Homogeneity Tests -> Klik Continue.
Langkah 6 : Mengisi “Post Hoc” pada kotak Univariate
1. Klik tombol Post Hoc -> hingga muncul kotak Univariate: Post Hoc. Klik bagian Blok -> Klik Tanda Panah di Bagian tengah Kotak Dialog -> Klik bagian Perlakuan -> Klik Tanda Panah di Bagian tengah Kotak Dialog.
2. Pada bagian Equal Variances Assumed -> Klik Bagian LSD (untuk Uji BNJ), Tukey (untuk Uji BNJ), dan Duncan (Untuk Uji Duncan) -> Klik Continue.-> Kembali ke kotak univariate -> Klik Ok.
3. Setelah itu muncul OUTPUT dari Analisis yang telah dilakukan seperti dibawah ini:
























Komentar
Posting Komentar